Share:Facebook Twitter
Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
tukangtampol
Konsep jenis iklan PPC (pay per click) tidak adil & rancu
esensi dasar sebuah iklan adalah penyampaian informasi produk/jasa

ambil contoh, dari jenis iklan konvensional seperi brosur, pamflet, spanduk, poster = yg berupa tulisan ato gambar.
dari sini orang bisa menangkap informasi sebuah produk/jasa
begitupun yg sedikit modern, iklan di TV yg berupa video

lha, PPC? pay per click = di bayar tiap klik
ga dpt klik ga dpt bayaran, padahal iklan nongol = informasi tersampaikan. dibagian ini seolah tdk adil bagi tempat iklan (situs terkait)
trus ada iklan (misal dari luar negeri / bule) yg satu klik seharga 200rb (catat, hanya satu klik). di bagian ini seolah berlebihan bagi  pengiklan

ya memang, ketika di klik sebuah website pengiklan mempunya point SEO mungkin.
tapi dilihat dari esensi dasar 'periklanan' agak rancu.
di sisi lain, bagi pengiklan tidak perlu punya website sendiri sbg arah redirect iklan. yg penting info produknya tersampaikan dng tulisan/gambar yg tayang

padahal, jika sebuah iklan makin sering muncul = persentase di perhatikan akan lebih baik = informasi produk tersampaikan. tidak di klik pun. pengiklan di untungkan

prakteknya disini pengiklan sedikit lebih di untungkan, meski tdk jarang tempat iklan/publiser mendapat untung dari klik. tapi scr umum saya merasa rancu pada konsep iklan jenis ini.


jadi idealnya perlu ada biaya tampil & klik. dan selisihnya jangan terlalu besar. sehingga juga tdk memunculkan praktek invalid klik, bom klik yg berlebihan

tulisan ini seolah, menggurui google ato program PPC lain.
( diedit: 08-19-2017, 01:10 AM )
Kutip
tukangtampol
yg masih masuk akal adl iklan yg di youtube brupa video. ketika iklan video tampil = dpt biaya tayang

memang atr video dan gambar/tulisan beda, tapi kan sama2 tayang. jadi seharusnya dpt biaya juga meski ga sebesar video yg tayang
( diedit: 08-19-2017, 01:20 AM )
Kutip

Loncat forum ke: